Seorang bocah laki-laki mungil dan tampan, berumur dua puluh tiga tahunan, sehabis membersihkan warnet malam itu, masih berdiri tegak di parkiran yang telah senyap. Kasihan juga membayangkan laki-laki seusia dia menghabiskan malam dengan bermandikan sinar bulan dimalam itu, sementara kebanyakan orang sudah beristirahat ...
tiba-tiba saja laki-laki itu berkata pada sang malam yang kian larut..
"Barangkali aku memang manusia kasar semacam kerbau, dan mereka adalah bunga. Meskipun perbandingan itu tidak memuaskan atau kurang adil secara metaforik, karena tebalnya tendensi moral bahwa aku adalah si Lemah bertubuh kurus, hewani, rakus, egois, namun agak dungu. Dan, mereka adalah si suci dari keindahan misteri alam,hutan, harum, indah, terkadang berduri."
Laki-laki penunggu malam, kapan kau berbaring, tidur untuk tubuhmu?


